Kamis, 22 Januari 2015

masalah sosial,sosial kah??



Entah kenapa gue selalu miris kalo ngomonin masalah social dinegri ini,banyak bangeet bejibunn sampe sampe kalo dijabarin satu satu bakal kelar seabad hha*lebay*
Gue gatau kenapa padahal katanya Indonesia udah bikin dinas social yang ngurusin tetek bengek social tapi entah lah apa social itu emang sok sial??
India10 (10705167055).jpg
Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya (Jenssen, 1992).[1] Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat sebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan.[2]
Karakteristik
1.        Kondisi yang dirasakan banyak orang.
Suatu masalah baru dapat dikatakan sebagai masalah sosial apabila kondisinya dirasakan oleh banyak orang. Namun,tidak ada batasan mengenai berapa jumlah orang yang harus yang harus merasakan masalah tersebut Jika suatu masalah mendapat perhatian dan pembicaraan yang lebih dari satu orang, masalah tersebut adalah masalah sosial.
2.        Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan.[1]
Menurut paham hedonisme, orang cenderung mengulang sesuatu yang menyenangkan dan menghindari sesuatu yang tidak mengenakkan.[1] Orang senantiasa menghindari masalah, karena masalah selalu tidak menyenangkan.[1] Penilaian masyarakat sangat menentukan suatu masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial.[1]
3.        Kondisi yang menuntut perpecahan.[1]
Suatu kondisi yang tidak menyenangkan senantiasa menuntut pemecahan.[1] Umumnya, suatu kondisi dianggap perlu dipecahkan jika masyarakat menganggap masalah tersebut perlu dipecahkan.[1] Pada waktu lalu, masalah kemiskinan tidak dikategorikan sebagai masalah sosial, karena waktu itu masyarakat menganggap kemiskinan sebagai sesuatu yang alamiah dan masyarakat belum mampu memecahkannya.[butuh rujukan] Sekarang, setelah masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggulangi kemiskinan, kemiskinan ramai diperbicangkan dan diseminarkan, karena dianggap sebagai masalah sosial.





Pemecahan masalah tersebut harus diselesaikan melalui aksi secara kolektif. Masalah sosial berbeda dengan masalah individual. Masalah individual dapat diatasi secara individual, tetapi masalah sosial hanya dapat diatasi melalui rekayasa sosial seperti aksi sosial, kebijakan sosial atau perencanaan sosial, karena penyebab dan akibatnya bersifat multidimensional dan menyangkut banyak orang.
Ø  Upaya pengendalian
*       Sosialisi
Fromm (1994) menyatakan bahwa jika suatu masyarakat ingin berfungsi secara efisien, maka anggotanya harus memiliki sifat yang membuat mereka ingin berbuat sesuai dengan apa yang harus mereka lakukan sebagai anggota masyarakat.[3] Mereka harus menghentikan kegiatan mereka secara obyektif perlu mereka melakukan. Orang dapat dikendalikan dengan mensosialisasikannya kepada mereka, sehingga mereka menjalankan peran sesuai dengan apa yang diharapkan.[3]
*       Tekanan sosial
Ketika seseorang mengalami tekanan keinginan dari sebuah masalah maka ini adalah sebuah proses yang berkisinambungan dan sebagian besar berlangsung tanpa disadari.[3] seseorang memilih menjadi seorang petani kecil, dan kemudian hanya berpandangan tentang partai Republik yang baik, namun berbeda ketika Dia mengalami tekanan dari partai ini, maka Ia akan memiliki haluan yang berbeda dengan pandangannya sebelumnya.[3] Hal ini akan sama saat keadaan dilakukannya penekanan pada masalah sosial melalui perubahan paradigma terhadap masalah tersebut.[3]
Ø  Kemunculan Sebagai akibat dari perubahan sosial Perubahan demografi (pertumbuhan atau pengurangan atau perubahan dalam susunan penduduk), perubahan ekologi (perubahan dalam relasi antara (penduduk dengan lingkungannya), perubahan kultural (perubahan dalam relasi untuk memproduksi hasil ciptaan manusia, termasuk perubahan teknologi, dan perubahan struktur (perubahan organisasi dan relasi-relasi sosial).[4] Perubahan-perubahan yang alami umumnya tidak banyak mendapatkan sorotan atau tanggapan karena dianggap wajar. Sedangkan perubahan yang terencana sering menimbulkan kritik tajam bila tidak menemukan apa yang diharapkan atau timbulnya masalah sosial akibat tidak sesuainya harapan dan kenyataan.[4]

Ø  Sebagai akibat dari pembangunan social

pembangunan sosial adalah suatu proses perubahan sosial yang terencana dan dirancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai suatu keutuhan, dimana pembangunan ini dilakukan untuk saling melengkapi dengan dinamika proses pembangunan ekonomi.[5] Namun, ketika proses perubahan ini tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka tujuan dari pembangunan ini tidak akan terwujud, yang kemudian dapat menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat yang menjadi target pembangunan ini.[5]
miris memang karna gue juga terlahir dari keluarga korban biadabnya social itu.banyak macam masalah social yang gue tau.misal:
1.Kemiskinan
kemiskinan adalah suatu masalah yang tidak mungkin asing ditelinga kalian,kemiskinan ini terjadi karna  ketidak pedulian dari pemerintah  terlebih dari diri kita sendiri.mengapa pemerintah???karna pemerintah tidak dapat menyanggupi hal yang patut dipenuhi untuk masyarakatnya sendiri seperti,mempersulit untuk mendapatkan apa yang harus kita dapatkan , sedikitnya    bantuan   pemerintah  tapi ternyata menghabiskan biaya anggaran berlipat-lipat.dan mengapa dari kita sendiri???begitu banyak  masyarakat hanya bisa mengeluh tentang kemiskinan tapi mereka bermalas-malasan untuk meraih kesuksesan yang ada, sedangkan  orang-orang maju berlomba-lomba untuk meraihnya dengan segala cara.tapi walau bagaimanapun negara kita  juga sangat membutuhkan orang miskin,karna kalau tidak ada orang miskin siapa yang akan nambal ban di jalanan ,siapa yang akan menjadi kuli bangunan?dll.
solusi:bisa saja pemerintah memprmudah apa yang sudah mereka mudahkan,orang maju memabntu mengembangkan orang yang tertinggal jangan malah lari sendirian.
2.Lapangan Kerja
   Lapangan kerja di indonesia sekarang agak membaik karna banyaknya perusahaan yang membuka lowongan,mungkin  ini karena    adanya sistem kontrak yang dipakai beberapa perusahaan.dan inilah faktor negative dari segi persahaan dan daridiri sendiri yang harus dirubah bila ingi  dapat kerja banyak yang bilang mencari kerja itu susah insya allah kalau kita sungguh- sungguh atau sangat bersemangat dan  tidak   mudah putus asa kita akan dapat suatu pekerjaan,dan faktor lainnya seperti    kita tidak bisa pekerjaan itu atau tidak sesuai  dengan apa yang kita harapkan,sebenarnya bukan tidak bisa tapi kitanya yang tidak mau.setidaknya lowongan apa yang banyak di cari dan kita harus mempelajarinya sedikit demi sedikit.sedangkan faktor dari perusahaan adanya syarat syarat tidak penting dalam perusahaan seperti berpenampilan sexy cantik dan fisik lainnya ,”ia” itu dibutuhkan hanya untuk spg mobil atau kosmetik tapi kenapa lowongan yang bekerja hanya dalam kantor seperti administrasi,marketing ,atau hal” lainnya kecuali spg juga di haruskan memakai syarat fisik..memangnya lowongan pekerjaan sekarang hanya membutuhkan fisik bukan kemampuan atau cara dia untuk mengembangkan perusahaan?
Solusi:banyak banget perusahann tapi banyak juga  yang emberikan persyaratan yang kebanyakn penduduk kita tidak mempunyainya missal:cantik,tinggi,ga minus dll,bikn lembaga pemasysrakatn yang bisa ngembangin bakat warga dengan Cuma Cuma,missal:kursus menjahit,memasak dr dinas sosial
3.Kemacetan Lalu Lintas
 kemacetan lalu lintas yang parah juga di alami di indonesia karna banyak kendaraan pribadi yang berkeliaran hanya untuk pamer kekayaan kenapa bisa dibilang begitu?karna banyak pengguna mobil pribadi dengan mobil gagah dan besar tapi dia berkendara sendiri atau hanya berdua,kenapa tidak naik sepeda atau motor setidaknya para pejabat di indonesia juga harus mencontohkan kepada warga negaranya ,dan juga kemacetan di karenakan kurang disiplinnya kita saat di jalan raya seperti tidak mentaati rambu ,peraturan juga tidak memperhatikan kondisi kendaraan kita saat  melaju.bila tidak ingin mengenai dampak ini patuhilah rambu yang ada.
Solusi:galucu kan kalo orangnya satu tapi mobinya juga satu,nyempit2in jalan.nah mending pemerintah ngelarang mobil melewati jalan jika Cuma diisi buat berangkat kekantor,mngurangi produksi motor dan memperbanyak jalur sepeda
4.kekerasan dan kriminalitas
tingkat kriminal di indonesia bermacam-macam dan kebanyakan susah di cari jalan keluarnya bbrapa kriminal yang banyak di temukan yaitu pencopet,perampok,pemerkosa,pembunuh,penculikan,tawuran,perang antar suku,korupsi dan penipuan dengan segala cara ini semua tidak pernah jera dengan hanya imbalan jeruji.kadang semua perlakuan binatang pun ada di negara ini jangankan untuk mengurangi ini semua oknum” pengadilan pun melakukan nya terkadang.mungkin apakah harus ada uji mental buat setiap warga atau cctv di setiap sudut manapun.
Solusi:pendidikan iptek harus diimbangi dengan pendiikan moral baik dari rumah atau dr sekolah juga pemerintah tidak boleh mengambil keputusan hokum yang setengah setengah untuk para tindak kriminalitas.dan balik lagi tindakkriminalitas tinggi karena tingkat kemiskinan Indonesia pun tak kalah tingginya
5.Sampah dan Kebersihan Lingkungan
di indonesia semakin banyak sampah yang tertimbun makin banyak pula yang buang sampah,bukannya di bersihkan malah ikut-ikutan buang sampah inilah negara kita hanya beberapa saja yang peduli tentang lingkungan kita sendiri,mungkin warga juga kebingungan karna tidak adanya fasilitas dari pemerintah dan ketidak peduliannya.semua ini seharusnya tidak perlu bergantung banyak kepada pemerintah mungkin usulkan para warga untuk diadakannya kerja bakti setiap minggu
solusi:gencarkan aksi go green,perbanyak tempat sampah,daur ulang juga harusnya diterapakn oleh pihak lurah
6.Air Bersih
air bersih adalah kebutuhan pokok umat manusia,tapi sekarang” banyak sekali ditemukan air yang kotor dan juga berbau ini semua mungkin di sebabkan oleh kali” atau waduk yang tercemar oleh pabrik atau limbah rumah tangga.
Solusi:perbaiki sanitasi dan diberkan fasilitas MCK bagi warga pelosok agar merka tak membuang  hajat d sungai dll



7.Listrik
masih banyaknya warga di pemukiman miskin atau terpencil susah mendapatkan listrik,saran saya adalah pemeerintah selalu rajin untuk mensurvei rumah” warga terpencil,walaupun agak susah di jangkau mereka juga masih warga indonesia.
8.Jalanan Rusak
ditemui banyak jalanan rusak di berbagai tempat ini semua hampir ada di manapun anda berkendara dan sangat membahayakan juga berakibat fatal,semoga saja pemerintah cepat tanggap.

Ini ga seberapa dibanding lagi banyak banget korban social yang lebih parah menjual lender disetiap selangkangan.gharusnya pemerintah mengambil siksap tegas atas masalah ini.mungkin dengan memperluas lapangan kerja,membentuk parawirusahawan dan juga memajukan pendidikan yang utama sehingga manusia manusia cerdas tak hanya lahir dari mereka yang menang dalam persaingan social merka yang ditindas oleh social pun dapat menikmati pendidikan yang layak,sehingga bisa saja majunya Indonesia ada ditangan anak anak yang belum sempat mengenyam pendidikan.
Ada baiknya juga pemerintah melakukan apa yang memang harusnya dilakukan jangan menunggu sesuatu terjadi barulah sibuk mencari jalan keluarnya.asal pemerintah tau banyak relawan muda yang mau membantu mengajar anak anak .begitu pula dengan para penganggurn aagar diberi pengembangan untuk bisa berdiri dikaki sendiri,dan juga para PSK yang setiap malam menjajakan tubuhnya merka sebenarnya pun tak mau hanya saja masalh social yang menjebaknya kedalam semua tetek bengek kehidupan.mungkin para PSK ini bisa diberi pengarahan bagaimana menjadi wanita yang baik dan bisa mengatasi semua ini.dari diberi pelajaran tentang agama,kursus menjahit,memasak,bisnis online,berjualan dll.itu akan lebih mengurangi semua masalah social yang mengorbankan satu lapisan masyarakat yaitu masysrakat menengah kebawah.
http://www.suara-islam.com/images/berita/pengajian_gang_dolly_20130704_075023.jpg
Ilustrasi : Pengajian yang digelar di Gang Dolly Surabaya untuk penyadaran para pelacur. Pemerintah hendak menutup lokalisasi prostitusi terbesar se-Asia Tenggara ini.
http://www.suara-islam.com/images/ajax-loader.gif
http://www.suara-islam.com/images/ajax-loader.gif

Belum lama ini, muncul berita Bupati Jawa Tengah, Widya Kandi Susanti, yang menyebut Pekerja Seks Komersial atau PSK sebagai pahlawan keluarga. Alasannya karena para PSK tersebut bekerja untuk menghidupi keluarganya. Pernyataan ini tentu sangat berbahaya, karena terucap dari pejabat publik. Pernyataan ini bisa digunakan sebagai legalisasi/kebolehan atas praktik prostitusi yang sudah jelas keharamannya.

Ia juga berpendapat soal penyelesaian masalah prostitusi ini dengan mengatakan “Selain tidak manusiawi, dengan ditutupnya lokalisasi akan menimbulkan persoalan baru, yaitu menambah kemiskinan dan merebaknya penyakit kelamin. Pasalnya, kemungkinan para PSK itu akan mangkal di jalan-jalan bila lokalisasi ditutup,” (Kompas.com, 23/1/2014). Bahkan ia berencana akan mengganti slogan "Kendal Beribadat" menjadi "Kendal Hebat". Slogan "Kendal Beribadat" sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Kendal.

Pertanyaannya, layakkah gelar pahlawan disematkan kepada mereka? Benarkah dengan ditutupnya akan menambah kemiskinan dan penyakit kelamin? Apakah sesungghnya penyebab semakin meningkatnya angka pelacuran? Dan Seperti apakah seharusnya solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini?

Permasalahan pelacuran dan seks bebas di indonesia ini memang sudah sangat memprihatinkan. Jika diibaratkan sebuah penyakit kanker, maka tahapnya sudah stadium akhir. Tak hanya itu, ia pun sudah mewabah. Betapa tidak, bisnis haram dan pelaku seks bebas ini kini menjangkit semua pihak. Tak lagi melihat usia atau profesi, dari usia remaja bahkan smp sampai profesi pejabat, semua sudah terjangkit. Belum lama ini kita mendengar pula, bahwa anak smp tidak lagi hanya korban pelacuran, melainkan sebagai mucikarinya. Dan sudah Sudah jadi rahasia umum pula, jika tak sedikit pejabat yang mendapat gratifikasi seksual berupa layanan pelacur.

Padahal, perbuatan haram ini sudah jelas menjadi penyebab bobroknya keutuhan rumah tangga, merusak moral masyarakat dan pejabat, dan beresiko menularkan penyakit kelamin. Menurut data Kemenkes, diperkirakan ada 1,9 juta perempuan menikah dengan laki-laki pembeli seks yang terinfeksi HIV. Para istri rawan tertular. Penularan bisa berlanjut kepada anak yang dilahirkan. Hingga Juni 2012 tercatat ada 3.368 kasus AIDS pada ibu rumah tangga dan 775 kasus pada balita (kompas.com, 3/12/2012).

Fakta diatas sungguh menunjukan betapa bobroknya moral negeri ini. Sungguh ironis jika mengingat bahwa negeri ini mayoritas umat Islam.

Penyebab semakin maraknya bisnis haram pelacuran dan seks bebas setidaknya ada tiga hal, yakni:

Pertama, merosotnya pemahaman agama sehingga keimanan masyarakat menjadi rapuh. Pondasi iman yang seharunya menjadi penangkal kemaksiatan tidak lagi berfungsi dengan seharusnya. Halal dan haram pun tak lagi menjadi standar perbuatannya. Bahkan terkena resiko penyakit HIV/AIDS dan kelamin pun diacuhkan.

Kondisi ini semakin diperparah dengan disuguhkannya tayangan pornogafi dan pornoaksi kepada masyarakat melalui media.  semakin banyak acara yang mempertontonkan aurat, aktivitas pacaran, goyangan –goyangan erotis yang tentu menjadi stimulan/rangsangan bagi penonton. Atau setidaknya menjadi hal yang lumrah jika hal itu terjadi disekeliling mereka. Belum lagi, penyebaran CD/Video porno yang bebas sehingga bisa diakses oleh siapapun.

Kedua, tidak ada lagi kontrol masyarakat yang mencegah/menghentikan kemaksiatan. Amar makruf nahi munkar tidak lagi menjadi aktivitas yang dijalankan. Masyarakat semakin individualis dan EGP (emang gue pikirin) dengan kondisi sekitarnya, walaupun disekitarnya nampak jelas kemaksiatan. padahal, meski perzinahan ini dilakukan oleh individu, dampak yang diakibatkan oleh praktik perzinahan ini akan merusak tatanan sosial dan mengundang kemurkaan Allah SWT kepada seluruh penduduk.

Ketiga, gagalnya pemerintah dalam menjaga aqidah dan menyejahterakan rakyatnya. Pemerintah sebagai pengatur urusan umat, telah gagal menjaga aqidah rakyatnya dengan membiarkan berbagai media merusak aqidah umat serta tidak menindak tegas para pelaku kemaksiatan. ironis, sampai sekarang tidak ada undang-undang yang dapat menjerat para pelaku perzinahan.

Kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya menjadi alibi bagi para pelaku kemaksiatan, terutama para PSK. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemiskinan dan himpitan ekonomi menjadi alasan para perempuan menjadi PSK. Meski begitu, tetap tidak bisa menjadi alasan bagi seorang perempuan melakukan hal yang sudah jelas keharamannya. Maka, penyebutan gelar pahlawan keluarga sungguh tak laya, karena  mereka justru mencari nafkah dengan cara yang haram.

Di atas semua itu, penyebab utama kondisi ini adalah bercokolnya sistem sekularisme yakni sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, hukum agama dikebiri hanya digunakan dalam tataran ibadah mahdoh saja, sementara urusan kehidupan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, hukum, politik tidak lagi menggunakan hukum agama.

Adapun jika ada solusi-solusi atas permasalahan, akan muncul solusi yang pragmatis. Seperti halnya permasalahan prostitusi dan PSK ini. Solusi lokalisasi muncul, dengan alasan mencegah penyebaran seks bebas dan penyakit kelamin yang lebih luas. Padahal, adanya lokalisasi menandakan pelegalan perbuatan zina yang jelas haram. Lagipula, dengan adanya lokalisasi, tindakan seks bebas bukannya berkurang melainkan semakin meningkat.

Lalu, bagaimana dengan alasan kemiskinan? Alasan ini pun tidak dapat dibenarkan. Seharusnya pemerintah memberikan penghidupan yang layak bagi mereka, sehingga mereka berhenti total dari pekerjaan tersebut dan bertaubat. Lagipula, banyak juga para pelaku zina yang melakukan zina karena alasan gaya hidup dan konsumtif. Maka, bukan hanya alasan ekonomis saja yang harus diselesaikan namun kembali kepada standar hidup yang diberlakukan.

Menyelesaikan masalah prostitusi dalam satu aspek saja, tidak akan menyelesaikannya. Karena ini bersifat sistemik. Prostitusi hanya secuil masalah yang ditumbuhsuburkan dalam sistem sekuler ini. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang mendasar dan total untuk menyelesaikannya.

Syariat islam yang diturunkan oleh Allah SWT akan mampu menyelesaikan masalah prostitusi ini. Lima solusi Islam diantaranya adalah:

Pertama, penegakan hukum yang tegas dan adil bagi para pelaku zina, yakni dirajam bagi pezina muhson, dan cambuk 100xbagi pezina ghaira muhson. Sanksi dalam islam bersifat pencegah dan penebus. Akan mencegah seseorang seseorang untuk melakukan kemaksiatan, serta penebus dosa bagi para pelakunya, sehingga di akhirat tidak akan dihisab atas perbuatannya. Sehingga, lokalisasi tentu tidak akan dibenarkan.

Kedua, penyediaan lapangan kerja bagi rakyat, terutama laki-laki. Sehingga, kehidupan ekonomi menjadi sejahtera, perempuan tidak perlu dibebani harus mencari nafkah, apalagi harus mencari naffkah dengan berbuat maksiat. Perempuan pun bisa melaksanakan kewajiban utamanya menjadi ibu dan pengatur rumah tangga. 

Ketiga, penguatan aqidah dengan pendidikan dan pembinaan islami. kepada individu maupun keluarga. Dengan keluarga yang harmonis dan islami, peran keluarga sebagai benteng pencegah perzinahan akan berfungsi.

Keempat, meniadakan segala sarana dan prasarana yang menghantarkan kepada perzinahan, Seperti  menghentikan tontonan yang mengumbar aurat, pornografi, dan pornoaksi.
Kelima, kemauan kebijakan politik dari pemerintah untuk menghentikan segala kemaksiatan, terutama perzinahan. Empat poin diatas bisa dilaksanakan jika ada kemauan pemerintah untuk menerapkannya. Namun, suatu hal yang mustahil aturan tersebut diterapkan dalam sistem sekuler saat ini.  Aturan islam tersebut hanya bisa diterapkan dalam sistem negara islam, yakni Khilafah Islamiyah.
Sumber dari makalah salah satu mahasiwa diindonesia saya lupa namanya,.
Solusi diatas merupakan solusi dalam pandangan islam,namun kembali lagi dinegara kita bukanlah Negara islam .semoga kedepan pemerintah tidak hanya jadi pemeritah tapi juga pemberi solusi yang nyata. Jangan malah ikut bersenang senang bahkan menikmati masalah ini.

Tangerang,lagi emosi seminggu di2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar