Rabu, 28 Januari 2015

heii we we not for sale!!!

akhir akhir ini kasus tentang human trafficking semakin memprihatinkan negara kita.rasanya sudah bukan hal baru lagi jika kita mellihat kasus ini,bahkan 49 orang dijual dalam waktu 1 menit (sumber:google)
 apa yang ada dibenak para pelaku human trafficking ini,menjual anak-anak mereka dengan harga murah,mulai dari anak yang masih dalam kandungan sampe gadis belasan tahun mereka jual untuk dijadikan kaum prostitusi yang sangat menyedihkan.masa depan dijual,kebebasan dirampas dengan uang yang hanya lembaran.
banyak faktor yang mempengaruhi tetap berlangsungnya kejadian ini terus menerus.seperti:
  •  Ekonomi :dimana para orang tua yang tak mampu dan gagal bersaing diderasnya arus lapangan kerja di Indonesia memaksa mereka menuruti hasrat ingin cepat kaya kmudian menghalalakan segala cara
  • free sex:rasanya sudah tidak asing jika melihat motor hanya tinggal motor dipinggir jalandan tepi danau kemana pemiliknya?mereka asik berdua-duaan memadu cinta.alangkah menyedihkannya jika pandangan soal pacaran menjadi kilah bahwa mereka sedang taaruf,ini anugerah tuhan dll.jomblo itu ga gauul.sehingga tercipta lah hasrat yang tidak diperbolehkan.kemudian hamil diluar nikah,si gadis belum siap ada 3 pilihan:Aborsi,menjual anak,menanggung malu.tapi banya sekali gadis yang belum siap mempuyai anak kemudian mereka menjual anak mereka katanya untuk melunasi segala biaya selama sijabang dikandung.bahkan ada juga yang menjual anaknya yang masih di dalam kandungan.miris sekali
  • Budaya:kultur budaya yang memasang perempuan itu dibawah laki-laki derajatnya,dan anak harus menurut kepada orangtua adalah kultur budaya yang masih melekat di negara kita sehingga tingkat penjualan anak sangat tinggi di Indonesia.
  • Sosial:tekanan sosial yang semakin tinggi di negara kita menyebabkan para gadis bersaing menunjukan siapa dia,bahkan mereka sampai melakukan hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.mereka berdalih bahwa apa yang mereka pakai itu menunjukan identitas dirinya
  • Hukum:oknum-oknum yang terlibat kurang mendapat ketegasan hukum,sehingga tak ada efek jera rasanya bagi para pelaku sehingga dianggap sepele.menurut mereka"hukum mah bisa dibeli pake duit,urusan beres"hha segampang ituu.Luar biasa
Indonesia merupakan negara ke-2 untuk kasus human trafficking setelah negara tetangga sebelumnya seperti:Srilanka,Thailand,Amerika,Brasil,Kanada  sudah membahas tentang kasus ini.selanjutnya apa yang harus kita lakukan sekarang??
adanya sosialisasi tentang kasus ini oleh berbagai pihak sangat disarankan juga untuk ketegasan penegak hukum harus di refresh dan upgrade lagi.Indonesia punya UU yang akan melindungi warganya dari  human trafficking.
mulailah perhatikan,lindungi dan ayomi.. jangan disudutkan.pandangan tentang siapa yang kaya dan siapa yang miskin dilupakan dulu ini masalah sosial yang harus diperbaiki oleh kita sebagai makhluk sosial bukan makhluk sosialita.orangtua juga sangat berperan penting dalam setiap kasus yang terjadi,kadang orangtua yang hrusnya jadi pelindung malah yang menjerumuskan anak-anak mereka,karena sudut pandnag mereka kadang mencari uang seperti itu lebih cepat.sudahlaah kita itu tak ada kasta,semua sama saja.
juga untuk dinas sosial dan mentri sosial boleh kali pak keluar uang dikit kasih modal buat para orangtua dan juga korban human trafficking ini pengarahan usaha,dikasih modal biar bikin usaha,kasih pelajaran kesabaran,ketelatenan,sama keuletan.jadi yang didesa gausah pergi kekota buat caari kerja yang malah kadang disesatkan ke arah yang salah,sosialisasikan juga agar mereka lebih baik berkembang di desanya,membangun desanya tak usah ke kota.Ahh saya harapkasus ini bisa dikurangi,bahkan jika boleh ditiadakkan

Tangerang,penghujung bulan januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar