Selasa, 17 Februari 2015

Ayah



Ingin aku menghadap Tuhan,memintaNya mengembalikanmu pada ibu
Biar aku saja yang hidup dalam Gundukkan itu        
Gundukkan yang selalu  saja basah oleh airmata ibu
Ibu bilang,semoga ayah tak kehausan Rindu
 Sajak-sajak loyo menemani setiap langkahku
Siang serasa malam,dan malam serasa semakin malam
 Aku tentara pujangga
Yang kuat diluar dan dahaga didalam
Ibu hanya sebagai makananku,airminumku tetaplah ayah
Ayah ingin rasanya aku pindahkan gundukan itu ke dalam rumah
Mendudukan kembali kau diteras rumah
Bersama ibu dan satu cangkir kopi
Tanpa kesepian dan kedinginan
Untukmu Ayah pujangga ini mengirimkan ayat suci dari Tuhan
Bersama satu cangkir kerinduan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar