Ingin aku menghadap Tuhan,memintaNya mengembalikanmu pada
ibu
Biar aku saja yang hidup dalam
Gundukkan itu
Gundukkan yang selalu
saja basah oleh airmata ibu
Ibu bilang,semoga ayah tak kehausan Rindu
Sajak-sajak loyo
menemani setiap langkahku
Siang serasa malam,dan malam serasa semakin malam
Aku tentara pujangga
Yang kuat diluar dan dahaga didalam
Ibu hanya sebagai makananku,airminumku tetaplah ayah
Ayah ingin rasanya aku pindahkan gundukan itu ke dalam rumah
Mendudukan kembali kau diteras rumah
Bersama ibu dan satu cangkir kopi
Tanpa kesepian dan kedinginan
Untukmu Ayah pujangga ini mengirimkan ayat suci dari Tuhan
Bersama satu cangkir kerinduan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar